Review

Lady Gaga dan Tony Bennett – Love for Sale

Tujuh tahun setelah album jazz kolaborasi pertamanya Tony Bennett dengan Lady Gaga, “Cheek to Cheek”.
Stefanie Germanotta atau yang lebih beken dengan nama Lady Gaga kembali berduet dengan maestro vokalis jazz Tony Bennett di album yang bertajuk, “Love for Sale” sebelum ia memasuki masa pensiunan penuh.

Album yang berisikan 12 lagu cover ciptaan Cole Porter ini merupakan sebuah tribute kepada komposer dan musisi legendaris tersebut. Dengan aransemen orkestra yang megah khas Bennett, suara kedua penyanyi ini berpadu dalam sebuah “chemistry” yang sangat apik.

Diumurnya yang ke-95, teknik vokal Bennett masih kuat dan berkarisma, walaupun memang tidak seperti masa kejayaan kariernya.

Lady Gaga juga meyakinkan dunia akan talentanya dalam dunia tarik suara dalam album ini. Dan tak diragukan lagi Gaga telah berhasil membantu Bennett mempersembahkan karya terbaiknya.
Album yang direkam sepanjang tahun 2018 hingga 2020 di studio Electric Lady di New York City, dirilis pada 30 September 2021 oleh Streamline, Columbia Interscope Records di produseri oleh Dee Bennett.

“I Get a Kick Out of You” dirilis sebagai single utama album bersamaan dengan pengumuman resminya pada 3 Agustus 2021, diikuti dengan single kedua, “Eponymous” yang dikeluarkan 17 September.

Dou ini tampil di Radio City Music Hall pada 3 dan 5 Agustus 2021, dengan tajuk “One Last Time: an Evening with Tony Bennett and Lady Gaga”. Sebelum Bennett pensiun dari pertunjukkan live.

Promosi album ini juga mencakup penampilan duo ini di MTV Unplugged, dan sebuah film dokumenter berjudul “The Lady and the Legend”, dan konser solo yang disiarkan langsung oleh Lady Gaga, bersama pertunjukkan tambahan di Las Vegas.

Tony Bennett adalah seorang penyanyi jazz yang telah bergelut dalam genre ini selama berpuluh-puluh tahun.
Pada Februari 2021, sebuah artikel di AARP the Megazine mengungkapkan bahwa Bennett didiagnosis menderita alzheimer pada tahun 2016, dan sampai sekarang ia sering mengalami hilang ingatan jangka pendek.

Namun dilansir dari majalah Rolling Stone, ahli saraf yang menangani Bennett, Gayatri Devi, walaupun ia telah mengalami pengurangan fungsi kognitif, banyak area di otak Bennett yang masih berfungsi dengan sangat baik.
Devi juga menambahkan di umurnya yang ke-95 Bennett masih bisa melakukan hal-hal yang luar biasa yang tidak bisa dilakukan oleh orang-orang yang mengidap dementia “Ia adalah simbol harapan untuk orang-orang yang mengalami masalah kognitif” kata Devi.

Walaupun banyak yang mempertanyakan kolaborasi Tony Bennett dan Lady Gaga ini karena perbedaan era dan genre yang sangat mencolok, namun kesuksesan album pertamanya, “Cheek to Cheek” telah menjadi bukti. Tidak sedikit penikmat musik jazz yang memberi pengakuan dan pujian atas teknik bernyanyi Lady Gaga mampu menyanyikan lagu-lagu jazz dengan baik. Hal ini tidak mengherankan, karena jauh sebelum nama Lady Gaga terangkat, dia telah melatih teknik bernyanyinya sebagai penyanyi jazz.

Album, “Love for Sale” merupakan album studio ke-61 bagi Tony Bennett dan ke-7 bagi Lady Gaga.
Bennett dan Gaga pertama kali bertemu pada 2011 di pesta Robin Hood Foundation di New York City. Setelah itu, Bennett meminta Gaga untuk berduet dengannya di albumnya, “Duets II” sehingga mereka merekam lagu, “The Lady Is a Tramp”. Tahun berikutnya, Tony Bennett mengkonfirmasi kepada majalah Rolling Stone bahwa Lady Gaga ingin merekam album jazz dengannya.

“Cheek to Cheek” dirilis pada September 2014, dan memulai debutnya di puncak Billboard Top 200, dengan 131.000 eksemplar album terjual setiap minggunya. Album ini menerima ulasan yang umumnya positif sehingga akhirnya memenangkan Grammy Award yang ke-57 untuk kategori “Album Vokal Pop Tradisional Terbaik”.
Kembali ke album, “Love for Sale”, Gaga menyanyikan solo pada lagu; “Do I Love You” dan “Let’s Do It”, sedang solo Bennett pada lagu; “So In Love” dan “Just One of That Things”.

Gaga, memiliki tato sketsa yang merupakan karya Bennett yaitu “Miles Davis Trompet” pada lengannya, yang membuat sedikit perubahan untuk lirik lagu, “I’ve Got You Under My Skin”. Gaga menyanyikannya seperti tato di bawah kulitnya.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker