Tentang

WartaJazz.com hadir melihat fenomena bahwa hampir tidak ada sekali media yang dapat menyediakan informasi Jazz secara komprehensif. Berangkat dari dasar pemikiran perlunya sosialisasi dimana salah satu elemennya adalah informasi, kami berupaya untuk menghadirkan informasi mengenai jazz secara lebih detail.

Sampai saat ini materi yang kami sajikan sangat beragam. Mulai dari Jazz News, Jazz Review atau resensi album Jazz, Jazz Birthday, Jazz Store, Sejarah dan Perkembangan jazz, Jazz Festival, Jazz Style, Sekilas Warta, New Releases, bahkan Wawancara dengan musisi atau artis jazz juga kami ketengahkan. Belakangan kami juga menyediakan SMS Jazz, sebuah program gratis berupa pengiriman informasi konser jazz via SMS dan juga menjual tiket-konser jazz.

Saat ini WartaJazz.com telah bekerjasama dengan kurang lebih 50 radio yang memutar acara jazz di Indonesia. Beberapa diantaranya didukung penuh oleh WartaJazz.com

Kami juga mengadakan konser jazz sebagai bagian dari upaya kami memperkenalkan musik ini ke publik yang lebih luas. Beberapa waktu lalu kami menyelenggarakan konser menghadirkan ZIP ZAP, kelompok musik asal Spanyol di Kedai Kebun Yogyakarta, Mike del Ferro (Belanda), Workshop bersama Rita Reys dan trio (Belanda) dan Dick de Graaf, Peter Ypma, Ronald Douglas dan lain-lain. Ditahun 2003 ini kami juga menggarap proyek Jazz Meets Gamelan yang merupakan kolaborasi musisi Swiss(Podjama) dengan musisi dari I Gusti Kompyang Raka (Indonesia).

Oktober 2003WartaJazz menggarap proyek bernama Pata Java, sebuah kolaborasi Pata Masters dari Jerman dan Kua Etnika dari Indonesia, yang dikerjakan bersama Goethe Institut dan didukung sponsor DaimlerChrysler akan menyelenggarakan sejumlah konser di Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Juga menggarap tur keliling Cherokee Band ke sejumlah kota besar di pulau Jawa.

WartaJazz.com juga menjadi official-online-partner untuk konser Level42, David Benoit, yang diselenggarakan di 5 Kota besar di Indonesia, termasuk pula Bali International Jazz Festival 2004, Bali Jazz Merah Putih, Nusa Dua Internasional jazz Festival di Bali.

Selain itu kami membantu sejumlah kegiatan seperti Jazz Goes to Campus, maupun even-even individual. Juga turut berperan serta dalam proses berdirinya Jogja Jazz Club.

Selain itu kami juga mendukung berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Kebudayaan ataupun institutisi yang lain seperti Indonesia Open Jazz, Jazz Goes to Campus, JAK@RT, Jakarta Jazz Society, Zoom Resto & Lounge, GKJIF, Bali Jazz Forum, Batam Jazz Forum, Makassar Jazz Society, Pekalongan Jazz Lovers, Jazz di Taman Ismail Marzuki (kerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta) dan lain-lain.

Tahun 2004 WartaJazz.com mendampingi North America Tour 2004, bersama kelompok Krakatau Band yang mengelilingi 10 kota di Amerika Serikat dan Kanada. Oktober 2004, WartaJazz menggarap Konser Jazz di 3 kota, Jakarta, Denpasar dan Yogyakarta dengan menghadirkan Duo asal Swiss.

Tahun 2005
WartaJazz mengawali kegiatan dengan Jazz Untuk Aceh, yang digelar dibeberapa kota di Indonesia. Dilanjut dengan Bali Jazz Festival dibulan November. WartaJazz kembali mengikuti tour Krakatau di Eropa, mengunjungi Italia, Belanda, Swiss dan Spanyol. Tour untuk musisi Ron Davis Trio feat Daniela Nardi (Kanada), Eero Koivistoinen Trio (Finland) dan sejumlah kegiatan lain juga dilakukan.

Tahun 2006
WartaJazz juga hadir di ajang Mosaic Music Festival, Java Jazz Festival dan sejumlah kegiatan lain. Rencananya dibulan Juni, WartaJazz akan ambil bagian dalam kegiatan tour Lica Cecato dari Brazil bersama Kedutaan Besar Brazil di Jakarta. Dipertengahan dan akhir tahun, WartaJazz berencana kembali menggarap Bali Jazz Festival dan melanjutkan rencana Jogja Jazz Festival. Bulan Agustus 2006, bersama Garin Nugroho, Guerino Mazzola-Heinz Geisser dan Sirone, akan menggarap film dokumenter jazz di Candi Prambanan dan Borobudur.

Tahun 2007
WartaJazz menggarap NgayogJazz, sebuah Jazz festival bekerjasama dengan Djaduk Ferianto dan Hatta yang digelar di Padepokan Bagongkusudiardjo dan gratis untuk umum. Bekerjasam dg Dji Sam Soe, Wartajazz menggelar Dialog dan Jazz Workshop untuk media di 4 kota, Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

Tahun 2008
WartaJazz memasuki usia 8 tahun pada tanggal 8 Agustus 2008 dan resmi menggunakan Logo baru dan tampilan website baru. November 2008 WartaJazz kembali menggelar Ngayogjazz di Desa Tembi, Bantul Yogyakarta. WartaJazz Pro resmi merilis 2 album Boi Akih – Lagu-Lagu (Belanda) dan Lica Cecato – Pimenta Rosa (Brazil). Koran Jazz  diterbitkan selama penyelenggaraan Jak Jazz Festival 28, 29, 30 November 2008.

Tahun 2009
WartaJazz menggelar Pameran Foto Jazz Expression yang memamerkan koleksi jepretan awak WartaJazz selama perjalanan meliput kegiatan jazz di berbagai tempat dan negara. Kegiatan ini berlangsung atas kerjasama dengan Galeri Tembi Jakarta. Menindak lanjuti Koran Jazz di tahun 2008, lahirlah WartaJazz Newsletter yang merupakan edisi cetak dan menjadi panduan resmi kegiatan Java Jazz Festival. WartaJazz bersama Dwiki Dharmawan, IndieJazz dan DKJ menggelar Jazz for West Java, bentuk kepedulian musisi jazz Indonesia pada gempa Jawa Barat

Tahun 2010
WartaJazz meluncurkan Blackberry Launcher dan mulai membuka booth stand dalam kegiatan Java Jazz Festival. Untuk kali pertama kegiatan WartaJazz Travel Experience Jazz Gunung Bromo resmi diluncurkan bekerjasama dengan Bank BNI. 25 Tamu dari empat negara berpartisipasi dalam kegiatan ini. WartaJazz bekerjasama dg My Place menggelar Sunday Jazz di kota Malang. Situs AllAboutJazz menampilkan artikel WartaJazz.com: An Indonesian Jazz Mission

Tahun 2011
WartaJazz menjadi penggagas Ramadhan Jazz Festival yang digelar di Pelataran Masjid Cut Meutia di Menteng. Kegiatan ini merupakan buah kerjasama dengan RICMA setelah mereka merespon celotehan WartaJazz lewat Twitter. Untuk kali pertama WartaJazz hadir di ajang konferensi Jazz terbesar sedunia, JazzAhead di Bremen. WartaJazz juga menginisiasi proyek kompilasi CD Jazz Indonesia pertama. WartaJazz menyertakan grup simakDialog dalam program Overseas Night.

Tahun 2012
WartaJazz menggelar Mahakam Jazz Fiesta, sebuah festival jazz perdana di kota Samarinda yang merupakan jazz festival pertama di Kalimantan dan di tepi Sungai di Indonesia. Kembali berpartisipasi dalam JazzAhead dan merilis album kompilasi  CD Jazz Indonesia kedua.

Tahun 2013
WartaJazz menghadirkan Balikpapan Jazz Fiesta, festival pertama di Indonesia yang digelar atas pasir putih ditepi pantai. Kembali berpartisipasi dalam JazzAhead. Merilis album kompilasi  CD Jazz Indonesia ketiga.

Tahun 2015
WartaJazz menggarap Maratua Jazz & Dive Fiesta, di Pulau Maratua Kepulauan Derawan sebagai #JazzPulauTerluar

Tahun 2016
WartaJazz menggarap Maumere Jazz Fiesta di kota Maumere, Flores Nusa Tenggara Timur berlokasi di Hutan Bakau Babah Akong dengan kurang lebih 5000 penonton.

Tahun 2017
WartaJazz menggarap #JazzTelaga yang berlokasi di Telaga Ngebel Ponorogo lewat program Reyog Jazz Ponorogo.

Tahun 2018
WartaJazz mengirimkan Lantun Orchestra mewakili Indonesia dalam ajang Seoul Music Week. Ikut serta dalam kegiatan JazzBus di Slovakia (Kosice) dan Polandia (Gliwice dan Zory). Mendatangkan trio jazz muda dari Luxembourg Dock in Absolute di acara Jazz Goes to Campus.

Tahun 2019
WartaJazz diundang oleh Bakshi International Music Festival di kota Termez, menghadiri pertemuan Jazzahead di Bremen, Kolaborasi Ciao Lucifer dg Rubah di Selatan di Jogja, Kolaborasi DeWolff dengan musisi lokal di Jogja dan Malang. Flyingcoe, menggarap New Dutch Academy (Classic) di Jogja. Dan diundang oleh WOMEX (Tampere Finland) sebagai pembicara, juga Talinn Jazz Showcase (Estonia). Selain itu berpartisipasi pula dalam JazzRa Forum di Lyon Perancis. Menggelar European Jazz Days bekerjasama dengan IFI dengan menampilkan EYM Trio dari Perancis. Mengadakan 2nd Reyog Jazz Ponorogo dan 4th Maratua Jazz & Dive Fiesta.

Tahun 2020
Beradaptasi dengan situasi pandemi yang melanda dunia dengan menggelar aktifitas secara online. Menghadirkan dua program sekaligus WartaJazz Monday Launch yang berfokus pada mempromosikan karya baru dari musisi Jazz Indonesia dan WartaJazz Talks yang merupakan platform ngobrol santai dengan para tokoh, pelaku, musisi di industri musik Jazz dalam dan luar negeri.
Membuat inisiatif mempromosikan lagu-lagu anak Indonesia yang digarap secara Jazz oleh musisi dalam dan luar negeri dalam rangka 20th Anniversary WartaJazz.
Membuat Jazzeminar bertema “Posisi Indonesia dalam World/Jazz Music Forum”
Bersama 6 mitra lainnya WartaJazz menggelar NgayogJazz dengan kombinasi luring dan daring (hybrid) dengan pembatasan penonton.

Tahun 2021
Menggelar Ramadhan Jazz Festival secara virtual tanpa penonton. Melanjutkan program WartaJazz Monday Launch dengan penambahan tamu internasional. Menginisiasi Syawwal Jazz Festival sebagai festival virtual bersama Pusat Kebudayaan Amerika Serikat @america. Melanjutkan NgayogJazz bersama para mitra dengan menggelarnya secara daring.

Apa yang akan kami lakukan selanjutnya? Ikuti terus kegiatan kami dan pantau melalui situs WartaJazz.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker