Style

Era New Orleans (1900-1920) – Kelahiran Jazz

Seri Khusus: Memahami Jazz dari Masa ke Masa bagian kedua

Era New Orleans: Ketika Jazz Pertama Kali Bernafas

New Orleans di awal 1900-an bukanlah sekadar kota pelabuhan yang sibuk. Di tengah hiruk pikuk pedagang dan pelaut yang datang dari berbagai penjuru dunia, musik baru sedang lahir di sudut-sudut kotanya. Musik yang kelak kita kenal sebagai jazz.

Mengapa New Orleans?

Posisi New Orleans sebagai tempat kelahiran jazz bukanlah kebetulan. Sebagai kota pelabuhan yang menjadi pertemuan budaya Afrika, Eropa, dan Karibia, New Orleans menciptakan kondisi sempurna bagi kelahiran genre musik baru ini.

“New Orleans adalah tempat di mana semua elemen bertemu – blues, ragtime, dan musik gereja semuanya bercampur di sini,” tulis musik historian William Howland Kenney dalam bukunya “Jazz on the River.”

Para Pionir yang Mengubah Sejarah

Buddy Bolden, yang dijuluki “Bapak Jazz”, adalah figur misterius yang keberadaannya nyaris legendaris. Tidak ada rekaman suaranya yang tersisa, namun pengaruhnya terhadap musik jazz tak terbantahkan. Para saksi mata menceritakan bahwa suara terompetnya bisa terdengar dari jarak bermil-mil jauhnya.

Joe “King” Oliver membawa perubahan besar dalam cara terompet dimainkan dalam jazz. Mentor dari Louis Armstrong ini mengembangkan teknik muting yang kemudian menjadi standar dalam permainan terompet jazz.

Masa Keemasan Storyville

Distrik Storyville yang kontroversial justru menjadi tempat di mana banyak inovasi jazz lahir. Di tempat inilah pianis seperti Jelly Roll Morton mengasah kemampuan mereka, menciptakan gaya permainan yang menggabungkan ragtime dengan improvisasi blues.

Warisan yang Tak Terlupakan

Rekaman pertama yang menandai era ini adalah “Livery Stable Blues” oleh Original Dixieland Jazz Band pada 1917. Meski bukan band pertama yang memainkan jazz, rekaman ini menandai awal era perekaman jazz yang kemudian mengubah sejarah musik selamanya.

Essential Listening:

  • “West End Blues” (Louis Armstrong, 1928)
  • “Tiger Rag” (Original Dixieland Jazz Band, 1917)
  • “The Pearls” (Jelly Roll Morton, 1926)

Dengarkan playlist lengkap era New Orleans di Spotify WartaJazz: 

Baca:
Jazz: Musik yang Dipenuhi Improvisasi dan Kreativitas

 

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker