Style

Jazz di Era Digital: ketika tradisi bertemu teknologi

Seri Khusus: Memahami Jazz dari Masa ke Masa bagian kesembilan

Memasuki tahun 2000-an hingga 2025, jazz mengalami transformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Era digital tidak hanya mengubah cara musik diproduksi dan didistribusikan, tapi juga bagaimana jazz berinteraksi dengan genre-genre kontemporer.

Jazz Meets Hip-Hop & Neo-Soul

Robert Glasper, dengan album “Black Radio”-nya, membuktikan bahwa jazz bisa berbicara dalam bahasa milenial tanpa kehilangan esensinya. Musisi seperti Kamasi Washington membawa spiritual jazz ke generasi baru melalui kolaborasinya dengan Kendrick Lamar.

Inovator Era Digital:

  • Robert Glasper
  • Kamasi Washington
  • BadBadNotGood
  • GoGo Penguin
  • Snarky Puppy
  • Christian Scott aTunde Adjuah
  • Esperanza Spalding

Tren & Inovasi:

  1. Jazz & Elektronika
  • GoGo Penguin
  • Nils Frahm
  • Portico Quartet
  1. Nu-Jazz & Spiritual Revival
  • Shabaka Hutchings
  • Sons of Kemet
  • The Comet Is Coming
  1. Jazz & World Music
  • Ibrahim Maalouf
  • Tigran Hamasyan
  • Dhafer Youssef

Album-album Penting 2000-2025:

  1. “Black Radio” (Robert Glasper, 2012)
  2. “The Epic” (Kamasi Washington, 2015)
  3. “We Like It Here” (Snarky Puppy, 2014)
  4. “Emily’s D+Evolution” (Esperanza Spalding, 2016)
  5. “Beat Music” (Mark Guiliana, 2019)

Revolusi Digital & Distribusi

Perubahan signifikan:

  • Streaming platform
  • Virtual concerts
  • Social media marketing
  • Home recording revolution
  • NFT dalam jazz

Jazz Indonesia di Era Digital

Perkembangan terkini:

  • Joey Alexander di panggung dunia
  • Sri Hanuraga dengan proyek-proyek internasional
  • Tesla Manaf dengan eksperimen soundscape
  • Kolaborasi lintas benua via teknologi digital

Masa Depan Jazz

Jazz terus berevolusi dengan:

  • AI dalam komposisi jazz
  • Virtual reality concerts
  • Blockchain dalam distribusi musik
  • Cross-genre collaboration
  • Environmental awareness dalam tema jazz

Penutup Seri

Jazz membuktikan dirinya sebagai musik yang tak lekang waktu, terus beradaptasi tanpa kehilangan esensinya. Di era digital, jazz menemukan cara baru untuk tetap relevan sambil mempertahankan nilai-nilai fundamentalnya: improvisasi, interaksi, dan inovasi.

Literatur tambahan

  • “Playing Changes: Jazz for the New Century” – Nate Chinen
  • “Jazz in the Digital Age” – Paul Berliner
  • “The History of Jazz” (Updated Edition) – Ted Gioia
  • “Freedom of Expression: Interviews With Women in Jazz” – Chris Becker

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker