News

Bentara Budaya Bali diresmikan dengan JegogJazz Project, Budjana dan Balawan

budjana-bentara-baliSebuah berita gembira untuk para penikmat seni khususnya musik Jazz. Bentara Budaya yang sudah hadir di Jakarta dan Yogyakarta kini hadir pula di Bali. Sebagai pembukaan bahkan dipersembahkan sajian khusus berupa JegogJazz Project bersama bintang tamu Dewa Budjana, Wayan Balawan dan Ayu Laksmi, vokalis Tropical Transit.

Acara peresmian dilakukan pada Rabu, 4 November 2009 pukul 19.00 wita bertempat di Jl. Prof IB Mantara 881 By Pass Ketewel, Gianyar Bali, demikian siaran pers yang diterima dari bagian humas KompasGramedia. Grand Opening Bentara Budaya Bali juga dirangkai dengan kegiatan Peresmian Pameran Festival Bambu.

***

Bentara Budaya menyediakan ruang bagi seni dan kesenian yang termarjinalkan atau non-mainstream. Di Bentara Budaya Jakarta misalnya, rutin diadakan konser jazz maupun world music. Bulan lalu misalnya, Krakatau merayakan ulang tahun ke-25 mereka dengan menggelar pertunjukan sekaligus pameran memorabilia. Bentara Budaya Yogyakarta kerap dipakai berbagai kegiatan termasuk pameran lukisan maupun karya seni lainnya.

Hadirnya wadah bagi para musisi menyalurkan atau mempersembahkan karya-karya mereka tentu saja harus kita apresiasi dan mesti dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan seni baik modern maupun tradisi.

***

JegogJazz Project yang disajikan di Grand Opening Bentara Budaya merupakan sebuah proyekyang dikerjakan Nanoq da Kansas, seniman musik asal Moding. ”Setiap malam, sejak mungkin lebih dari dua bulan, kami latihan dan bereksperimen memadukan jegog dengan jazz sebagai musik yang lebih dikenal,” ujarnya dalam wawancara dengan Kompas.

Mengingat keunikan musikalitas yang dihasilkan jegog, Nanoq mencari komposisi lagu yang memiliki kedekatan dengan suara gamelan. Ia misalnya menggarap lagu ”Every Breath You Take” dari The Police, yang secara musikal didominasi dentuman bas dari Sting. Budjana, Balawan, dan Ayu Laksmi akan membawakan lagu ”Tri Kaya Parisudha” ciptaan Ayu yang dimainkan dengan aransemen mengikuti musikalitas jegog.

Mudah-mudahan proyek ini tak terbatas hanya penampilan saja namun diikuti langkah melakukan rekaman agar jejaknya dapat dinikmati oleh pecinta musik Jazz Indonesia dan dunia.

Tags

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker