Style

Era Fusion: Ketika Jazz Bereksperimen dengan Rock dan Funk 

Seri Khusus: Memahami Jazz dari Masa ke Masa bagian ketujuh

Akhir 1960-an, jazz berada di persimpangan jalan. Rock mendominasi musik populer, dan banyak musisi jazz mulai mencari cara baru untuk tetap relevan. Jawaban mereka adalah fusion – perpaduan jazz dengan rock, funk, dan R&B yang menciptakan soundscape baru yang menggemparkan.

Miles Davis: Bapak Fusion

“Saya tidak ingin jazz mati,” ujar Miles Davis dalam memoarnya. Album “In A Silent Way” (1969) dan “Bitches Brew” (1970) mengubah segalanya. Dengan menggunakan instrumen elektrik dan groove rock, Davis menciptakan template baru untuk jazz modern.

Supergroup Era Fusion:

  • Weather Report
    • Joe Zawinul (keyboard)
    • Wayne Shorter (sax)
    • Jaco Pastorius (bass)
    • “Heavy Weather” (1977) menjadi album fusion terlaris
  • Return to Forever
    • Chick Corea (keyboard)
    • Stanley Clarke (bass)
    • Al Di Meola (gitar)
    • Mengeksplorasi fusion dengan nuansa Latin dan rock progresif
  • Mahavishnu Orchestra
    • John McLaughlin (gitar)
    • Billy Cobham (drums)
    • Jan Hammer (keyboard)
    • Membawa kompleksitas teknis ke level baru

Inovasi Teknologi & Musikalitas

[Foto: Herbie Hancock dengan synthesizer ARP, 1974] Teknologi baru membuka kemungkinan bunyi yang tak terbatas. Sumber: Dokumentasi WartaJazz

Era ini ditandai dengan adopsi Synthesizer, Electric piano, Bass elektrik, Effect pedal dan Sound processing.

Album-album Defining Era Fusion:

  • “Bitches Brew” (Miles Davis, 1970)
  • “Birds of Fire” (Mahavishnu Orchestra, 1973)
  • “Headhunters” (Herbie Hancock, 1973)
  • “Bright Size Life” (Pat Metheny, 1976)
  • “Heavy Weather” (Weather Report, 1977)

Dengarkan playlist lengkap era Fusion di Spotify WartaJazz:

 

Kontroversi & Kritik

Tidak semua komunitas jazz menerima fusion dengan tangan terbuka. Kritikus seperti Stanley Crouch menganggapnya sebagai “pengkhianatan” terhadap tradisi jazz. Namun, waktu membuktikan bahwa fusion memperkaya vocabulary jazz secara signifikan.

Pengaruh di Indonesia

[Foto: Simak Dialog live di Jakarta, 1998] Grup fusion Indonesia Simak Dialog menggabungkan jazz dengan gamelan.

Di Indonesia, fusion mempengaruhi musisi seperti Indra Lesmana & Nebula, Krakatau, Simak Dialog sampai Ligro.

Warisan Era Fusion

Fusion membuka pintu bagi pengembangan berikutnya dengan hadirnya Jazz rock, Smooth jazz, M-Base movement dan Neo-fusion kontemporer.

Literatur tambahan

  • “Bitches Brew: The Making of the Most Revolutionary Jazz Album” – George Grella Jr.
  • “Weather Report: The Unofficial Biography” – Victor Booth
  • “Chick Corea: A Work in Progress” – Chick Corea
  • “John McLaughlin and the Mahavishnu Orchestra” – Walter Kolosky

Ikuti Seri Khusus: Memahami Jazz dari Masa ke Masa

Artikel terkait berbagai Gaya didalam Jazz

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker